Selasa, 2009 Juni 16

Penyelesaian masalah pribadi agar tidak mengganggu pekerjaan

Sedikit banyak kita pernah mengalami masalah pribadi baik itu dengan pasangan, keluarga ato bahkan rekan kerja dikantor. Masalah itu mungkin karena benturan kepentingan karena perbedaan cara pandang dan prinsip. Tapi jangan sampai masalah pribadi itu mengurangi kualitas kerja kita dikantor. Gimana cara ngatasinya agar tidak mengganggu kerjaan bahkan lingkungan kerja kita?. Sebenarnya masih dalam taraf pencarian dan belajar juga sih, tapi beberapa hal ini aku berusaha untuk tanamkan dalam otakku.
- Semua orang diciptakan berbeda-beda,baik itu fisik(sesuatu yg sangat jelas terliat) dan nonfisik seperti sifat dan cara pikir seseorang (yang bisa menimbulkan masalah kalo tidak dapat disatukan/ dikompromikan). Kalo fisik pastinya dipengaruhi faktor gen, sedangkan nonfisik dari latar belakang seseorang. Biasanya setelah tahu latar belakang baik dari keluarga atau faktor lain seperti lingkungan atau pendidikan, akan bisa lebih memahami perbedaan tersebut.
- Berusaha bersikap wajar dan tidak berlebihan jika menghadapi suatu masalah. Ga cuma aku kok yang punya masalah, pasti yang laen pernah punya masalah. Yang lain bisa menyelesaikan, aku pasti bisa. Kalo mau curhat sama rekan kantor sewajarnya aja. Kecuali memang sangat mengganggu sehingga harus ada mediator dalam meyelesaikannya, terutama masalah dengan rekan kerja. Sedangkan masalah dengan keluarga atau pasangan menurutku lebih baik diselesaikan sendiri dengan keluarga. Minta masukan pendapat boleh lah, apalagi dari senior2 kita yang udah lebih pengalaman menjalanin hidup ini. Usahakan mengendalikan emosi kita dihadapan rekan kerja yang lain. Nah ini dia yang agak susah hehe…teman kerja ga tau masalah eh..tiba2 pertanyaan baik2 bisa2 kujawab dengan nada yang kurang menyenangkan.
- Semuanya kita kembalikan kepada Allah. Semua masalah ada jalannya kalo kita mau berikhtiar. Berserah kepada Allah adalah jalan terakhir. Berdoa semoga masalah pribadi ini cepat ketemu jalan keluarnya dan jangan sampai mengganggu lingkungan kerjaku.
-Dibuat karena sangat heran memiliki teman kantor yang 'aneh' dan sampai saat ini belum bisa menerima keanehan itu ( Ya Allah semoga aku bisa sabar menghadapinya) -

Rabu, 2009 Juni 10

About Last Night Chit-Chat After Bussiness Law Mid Test

Last night my friend Putri came to my boarding house( here after I call house)he..he.. Oh God she tell me about her boyfriend that make me so jealous. After we make ‘chit-chat’ about her boyfriend in past and present, I realize what happen with me. I know that I am a kind of egoistic women. My logical is higher than my feeling if relate with this relationship
.
She ask me ‘why you don’t have any boyfriend?’ OMG please, I am not ready to make a serious relationship and pass the process on this near time. You can call me a sneak or something like that. Its fine cause I know it. Another day my other friend ask me ‘why you refuse that good man?’. I am not feel anything about him. The worst is I am the comparing lady. I mean I can stop to think to compare one guy to another. See…my logical thinking is still at the top one.

One thing that I try to avoid. When I just take the relationship because of the social status that I get when I have this relationship with somebody, or because I need him only at that moment. oh..its so pity for him and for me of course. Unanimous time I think I must prepare the relationship that base on commitment not only for having fun. I am a 25 years old now.
Last but not least I am not ready to be hurt (again)I think it is enough for my ‘chit-chat’ for you all

As a women ( its proper ‘call a girl not yet a women’ he..he… ) I think I should have a power to do anything by myself until I found someone who will take this responsibility . I believe Allah will always guide me till that time.
Anyway I really happy for my friend Putri cause in this day (or maybe tomorrow) she will get her first year relationship anniversary with her boyfriend.Congratulation to both of you guys.

1 April 2009

Sifat Pelupa Yang Akut


Aduh kenapa aku pelupa banget ya. Ini ga hanya bikin aku merasa terganggu tapi juga temenku. Hiks..maap ya teman2. Sifat pelupa ini sering terjadi, misalnya ni saat :
- Saat ketemu seorang teman yang karena suatu hal jadi ga pernah ketemu . Ketika akan berpapasan, aku udah niat mau nyapa tapi terus bingung, “aduh ini namanya siapa ya?”. Semakin mendekat semakin berpikir keras dan k eras untuk mengingat nama teman ini. “Halo A..” ini kalo aku inget, tapi kalo ga ada hasilnya “Halo..” sambil malu2 apalagi kalo dia masih inget dan nyebut namaku.
- Saat Ujian. Ehm..ini sangat mengganggu sekali. Hiks..apalagi kalo ampe detik terakhir waktu ujian akan selesai aku belum inget juga. Alhasil, ‘jurus mengarang’ indah pun dikeluarkan.
- Saat bercerita sesuatu ke teman. Secara aku seorang yang impulsif, ketika teman bercerita tentang sesuatu, aku langsung ikut menimpali. “oh iya dulu tuh aku pernah denger juga ehm..tentang itu. Ehm..apa ya…ehm..apa ya..ehm..pokoknya intinya sih…” temen2ku pasti langsung dalam hati mbatin “capek deh Cha” hi..hi..”pokoknya intinya…” jadi andalanku kalo lagi lupa detail cerita sesuatu.
- Saat sedang melakukan suatu pekerjaan dan terpikir untuk melakukan kerjaan lain yang mendesak (menurutku) saat itu harus dilakukan. Contohnya gini ni, saat itu akan bikin teh, tapi inget wah ada acara tv bagus. Langsung aku tinggal nih teh dan peralatana bikinnya dan bergegas ke depan tv. Akhirnya baru inget saat acara selesai eh tadi mau bikin teh ya he..he…ini juga karena sifat impulsifku.
- Saat menyimpan barang disuatu tempat. Sebenarnya aku termasuk orang yang rapi (standarku lo ya he..he..) tapi kok ya tetep aja suka lupa naruh barang itu dimana. Apa karena kebanyakan barang ya. (sombong mode on) he..he..
- Saat menjanjikan sesuatu ke seseorang dan sampai hari H, belum juga kukasihatau kupenuhin janji itu. Ups…maaf ya teman2 yg pernah ngalamin ini sama aku.
- Saat lupa kalo duit tinggal dikit tapi bawaanya pingin belan ja ini itu. Ha..ha…ha…enggak dink.ini mah bukan sifat lupa, tapi nafsu.
- Ehm..apalagi ya..he..he..tuh kan lupa
Sekarang sih lagi berusaha cari tau gimana biar ga lupa2 mulu. Temen bilang “minum ginkgo biloba aja cha”. Boleh tuh, tapi apa g terlalu muda ya minum itu he..he..baru 25 euy masak akut gini.hiks..ada saran dari teman2 gimana caranya biar ga lupa2 mulu???
7 April 2009

Pemilu dan Politik


Pemilu itu hak kan??, bukan kewajiban ??
Terserah kita kan mau milih atau tidak dan terserah kita juga mau milih apa.
Aku cenderung bersikap apatis mengenai hal2 yang berbau politik. Its gonna be the last field I’ll be join on. Terserah temen2 (yang notabene temen deket jg) protes macem2, yang ga bertanggung jawab lah , yang egois lah , ato apapun itu. Aku tetap pada pandanganku.
Yang lagi hangat sekarang adalah pemilu tahun ini. Ehm..sebenarnya pingin banget bisa milih salah satu, tapi kok ya tetep aja masih ragu. Dan biasanya nih, kalo aku ragu, aku akan menjauhinya ato tidak melakukannya. Sepertinya belum ada yang bisa dipercaya. Pemilu ini milih siapa ya ? still thinking and thinking….

Aku heran kenapa bisa ada begitu banyak partai. Kenapa sih mereka sebegitu gigihnya memperjuangkan kepentingan partai dan bukannya malah memperjuangkan kepentingan bangsa dan Negara?. Padahal menurutku, semua partai mempunyai tujuan atau visi yang sama yaitu untuk membuat Indonesia menjadi Negara yang lebih baik . Walapun ukuran lebih baik ini berbeda diantara partai2 itu. Cara pencapaian ini lah yang biasa disebut misi. Tapi seharusnya kan tidak melulu dengan cara membuat partai baru karena perbedaan misi ini. Menurutku juga, ini karena sifat tidak bisa mengalah (bahasa kerennya egois) dari mereka. Ehm..kenapa jadi kayak bukan orang timur ya cara pandang seperti ini. Demokrasi biasa jadi alasan semuanya. Ehm..tapi tetap harus disertai kelapangan dada untuk menerima perbedaan dan mencari kesamaan2 yang ada agar perbedaan itu semakin tidak terlihat bukan?

Ehm,,I hope I ‘ll be find Indonesia dengan kesadaran politik warganya yang lebih baik. Dan aku sadar saat ini aku bukan warganegara yang baik. Dan semoga juga, yang punya pandangan seperti aku hanya berjumlah sedikit saja. Atau memang Cuma aku saja kali ya, he..he…

7 April 2009

Bisa Lewat Mana Aja Kok


Hahahaha..ga bisa berhenti ketawa setelah denger cerita ini :
Rabu itu,temenku maen kekosan dan pengen jalan2 ke Atrium Senen. Temenku ini (hereafter we call laili) adalah temen dari kelas satu SMU ampe kuliah di STAN. So kita udah deket seperti keluarga. Setelah jalan setengah hari, belanja belanji disana sini kita balik ke kosanku. Karena udah malam, dia mutusin nginep aja dikosanku.

Paginya dapat kabar,kakak temenku ini lagi ada di Karawaci Serpong, nemuin suaminya yang lagi Rakor dihotel Arya Duta. Kakaknya minta si adek ini maen kesana dan diminta agar aku juga ikut. Perjalanan dari Senen ke Karawaci lumayan jauh. Kami dapat bus patas non-AC paling parah ‘kejelekannya’ . daripada nunggu bis selanjutnya lama, akhirnya mutusin naik itu bus jelek itu aja. Alhamdulillah bisa nyampe dengan selamat.

Sesampai di hotel Imperial Arya Duta, kita langsung melepas kangen. Cerita ini itu ngalor ngidul. Tiba-tiba aku inget mau nanya, siapa sih mbak suamimu?. Secara mbak ini (hereafter we call mbak yuli) ngasih tau akan nikah satu hari sebelum hari H. Nikahnya akhir tahun 2007. Terus dia ngasih undangan nikahnya yg ada foto dia dan suaminya. Tau ga Cha siapa? Ehm..kok aku lupa y mbak. Aku mikir sampe agak lama dan tetp ga ketemu juga siapa dia. Pikir dulu Cha? Mbak yuli bilang gitu. Sifat Pelupaku kumat nih. Nyerah mbak, aku ga ngerti. Icha..itu kan Adi (not the real name) yang dulu pernah ndeketni kamu. Ha..!!! OH MY GOD beneran mbak.(ya iyalah cha beneran masak boong) Hahahahaha…..aku ketawa ngakak dengernya. Mbak yuli bilang, kamu sih Cha dulu bilang siapa aku. Lho apa hubungannya mbak? Bingung aku.

Flashback 2 years ago
Mbak yuli ini dulu saat aku dan laili masih kuliah suka ketempat adeknya. Dari situlah bisa kenal sama teman2 laili salah satunya Adi. Tiba2 suatu saat mbak ini nelpon nyuruh aku kenalan sama Adi. Setelah saling dapat no hp (dari mbak yuli juga taunya) beberapa kali saling sms-an dan telpon (mostly si Adi ini yang mulai). Mbak yuli ada ide gimana kalo ketemuan. Setelah dipikir2 ok aku mau.

Di hari H ketemuan. Aku agak canggung juga, secara baru pertamakali ketemu. Dan setelah ketemu, ehm kesan pertama dia too silent. Yang mulai ngomong juga kebanyakan aku. Cerita yang dibahas juga seputar kuliah dan teman2 yang kita kenal aja termasuk laili dan mbak yuli. Nah disinilah ternyata aku mengungkapkan jati diri mbak yuli yang sebenarnya (secara aku ga ngerti kalo mbak yuli ini ga pernah menyatakan dia kakaknya laili). Hari2 setelah ketemuan juga biasa aja.beberapa kali sms dan lama2 jadi semakin jarang (karena kebanyakan ga ku balas). Karena kesibukkan kantor juga membuat aku lupa.

Cerita mbak yuli
Satu tahun setelah aku ketemuan sama Adi, mbak yuli dapat kunjungan dari Adi secara mendadak dan mengungkapkan keinginan untuk menjalin hubungan yang serius dengan mbak yuli. Alhasil disetujui oleh orang tua dan mbak yuli sendiri. Satu tahun kemudian mereka menikah. Kata mbak yuli, menuju waktu pernikahan itu waktu yang lumayan rumit untuk memutuskan mantap atau tidak untuk menikah. Dan akhirnya pernikahanpun terjadi .

Back to Icha
Oalah mbak, pantesan ngasih taunya satu hari sebelum nikah. Hahahaha….tenang mbak dulu juga aku ga tertarik kok sama Adi. Itu juga karena permintaan mbak yuli akhirnya kita ketemuan. Akhirnya terbongakar sudah rahasia itu, hahahahahahah….see jodoh itu jalannya bisa darimana aja.

Setelah itu kami berjalan2 di Supermall Karawaci, menghabiskan waktu hingga sore hari.Fuih..perjalanan yang melelahkan tapi juga menyenangkan.
Oiya, sampe balik ke Salemba pun aku ga ketemu sama Adi. Hahaha...ga kebayang mau ngomong apalagi selain 'Selamat Ya atas Pernikahannya'

13 April 2009

Miss Date-line


Sepertinya ini bukan aku deh (sambil mikir2 kok bisa ya seperti ini). It was icha, saat kamu belum kerja dan kuliahmu masih dibayarin orangtua.Hehehehe….

Sejak kuliah sambil kerja, tugas kuliah kebanyakan (bahkan semuanya) dikerjakan mepet-mepet date-line yang ditentuin. Bahkan ada yang H-15 menit. Udah ga itungan hari ato jam lagi. Hu..dasar ya icha…. Habis bawanya males banget. Apalagi kalo ada kerjaan banyak dikantor. Bawaannya itu capek. Capek fisik n pikiran juga. Akibatnya,buat mikir bahan kuliah, otaknya udah ga mau diajak kompromi. Kan ada hari sabtu minggu?. Ini ni penyakitnya. Sabtu minggu hari buat istirahat. Dan kalo perlu keluar jalan2 donk. Pinginnya tidak ada acara buka buku kuliah. hahahahahaha…

Bisa ditebaklah hasil pekerjaan yang dilakukan pada saat mendekati date-line. Serba apa adanya. Serba ngumpulin aja. Serba yang penting dapat nilai. Yaks….OMG apa jadinya bangsa ini kalo generasi mudanya kayak gini semua.

Hua..gimana nih nyingkirin penyakit malas ini. Padahal udah dikompor2in buat semangat belajar. Biar nilainya bagus. Kalo nilainya bagus kan bisa jadi modal apply beasiswa ke LN. kalo ketrima kan bisa nyusul mas-mas (mas wendi,mas daday, mas firman,mas agus,mas danny,mas apip dll) dan mbak-mbak (kak Irene,mbak dian,mbak pujo dll) yang udah duluan pergi kesana. Hua…..mupeng aja bisanya. Usaha donk Cha.

Ya ya ya, aku akan berusaha. Dimulai dari hari ini. Disaat Bos lagi DL, bisa buka buku n ngerjain PR yang bakal dikumpulin sore nanti. Hihihihihi.. SEMANGAT CHA!!!!

14 April 2009

Pacaran Saat Kuliah

Tulisan ini didasari dari hasil perbincangan with my Boss who one of my friend calls him Mr professor.
Ngobrol sama Bapak yang jago masalah ekonomi ini memang menyenangkan. ‘Pacarmu siapa Cha?’ he ask me. ‘Lagi ga ada Pak’. Kemudian di menceritakan hasil statistik yang pernah beliau buat,yaitu :
- Kegagalan dalam memperoleh nilai maksimal untuk mahasiswa/i yang mempunyai pacar jauh lebih besar daripada mahasiswa/i yang tidak mempunyai pacar.
- Kegagalan dalam memperoleh nilai maksimal untuk mahasiswa lebih besar daripada mahasiswi jika keduanya sama-sama memiliki pacar.
Bahkan ketika salah satu mahasiswanya ( beliau juga seorang dosen) mendapatkan nilai yang tidak bagus dan Bapak ini mengetahui si mahasiswa memiliki pacar, dia menyarankan agar mahasiswa ini membuat kontrak politik sama pacarnya. Artinya tidak pacaran sebelum dia selesai kuliah alias turn the relationship to be just a friend. Atau segera menikah saja dengan si pacar. Solusi yang keliatan mudah tapi berat juga untuk memilihnya.
Penjelasan dia mengenai hal ini yang dapat saya simpulkan adalah :
- Pacar as the special one à status pacar penuh dengan ketidakpastian. Ada masalah sedikit kemungkinan dampaknya akan besar dan sedikit banyak akan mempengaruhi fikiran dan emosi salah satu atau keduanya.
- Suami/ istri as the exclusive one à statusnya sudah mengikat kedua pihak melalui janji pernikahan dengan komitmen yang telah disepakati. Sehingga apabila ada permasalahan setidaknya mereka akan ingat akan janji serta komitmen yang pernah mereka buat.
Kesimpulan dari perbincangan ini adalah ‘Jika ingin berhasil dalam kuliah jangan pacaran dulu’. Hohoho..what a hard choice. Beliau juga bilang semua ada masanya,tapi jangan sampai lupa masamu sebagai wanita yang juga ditakdirkan untuk menjadi seorang istri dan ibu dalam keluargamu nanti. Untuk saat ini kejarlah dulu cita-citamu dalam hal pendidikan. Oh what a wonderful suggestions.
Believe it or not..terserah teman-teman.